Perdebatan Ulama Hukum Mempuasakan Orang Yang Sudah Meninggal Dunia
Mempuasakan Puasa Mayyit, Bolehkah, Sahkah? Gugurkah Tanggungan Puasa si Mayyit? Siapakah Yang Boleh Mempuasakan, Orang lain atau Keluarganya? Judul “Perdebatan Ulama Hukum Mempuasakan Orang Yang Sudah Mati” عن عَائِشَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم، قَالَ: مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ (رواه البخاري ومسلم) “ Dari Aisyah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda, barangsiapa mati dan mempunyai tanggungan puasa, maka walinya yang mempuasakannya ” (HR. Bukhari-Muslim) “ Dari Ibnu Abbas bahwa seorang perempuan datang kepada ” 2749 - ...عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ - رضى الله عنهما - أَنَّ امْرَأَةً أَتَتْ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَتْ إِنَّ أُمِّى مَاتَتْ وَعَلَيْهَا صَوْمُ شَهْرٍ. فَقَالَ « أَرَأَيْتِ لَوْ كَانَ عَلَيْهَا دَيْنٌ أَكُنْتِ تَقْضِينَهُ ». قَالَتْ نَعَمْ. قَالَ « فَدَيْنُ اللَّهِ أَحَقُّ بِالْقَضَاءِ ».(رواه مسلم والبيهقي) “ Dari Ibnu Abbas bahwa seorang perempuan datang kepada Nabi SAW, lalu berkata, sesungguhnya ibuku ...