Hukuman Sanksi Disiplin Menurut Islam

'Hukuman' Sanksi Disiplin Menurut Islam 4 Madzhab Fiqh 

Pertanyaan: Jika pengadilan menjatuhkan hukuman cambuk kepada seorang anak yang belum mencapai usia 12 tahun karena memukul orang lain, apakah hal ini dapat diterima dalam konteks ta'zir? Dan adakah referensi yang bisa kami pelajari lebih lanjut terkait hukum-hukum ta'zir? Jawaban: Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba'du: Jika anak tersebut sudah baligh meskipun usianya masih 12 tahun, maka tidak ada masalah — hukumnya seperti orang dewasa, meskipun secara adat masih disebut sebagai anak. Namun jika anak itu belum baligh, maka tetap boleh dikenai hukuman ta'zir. Yang tidak boleh dilakukan karena usianya yang masih kecil adalah penegakan hudud (hukuman syar'i yang sudah ditentukan jenis dan kadarnya oleh syariat), seperti jika ia mencuri maka tangannya tidak boleh dipotong. Inilah salah satu perbedaan antara ta'zir dan hudud: hudud tidak dikenakan kepada anak-anak, sedangkan ta'zir boleh diterapkan kepada mereka. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata dalam Minhaj As-Sunnah An-Nabawiyyah: “Tidak ada perbedaan di antara para ulama bahwa orang yang belum mukallaf — seperti anak yang sudah bisa membedakan — tetap bisa dikenai hukuman atas perbuatan keji dengan bentuk ta'zir yang tegas. Begitu pula orang gila bisa dipukul atas perbuatannya agar jera. Namun, hukuman yang mengandung pembunuhan atau pemotongan (seperti potong tangan) tidak diterapkan kepada orang yang belum mukallaf.” Tamat. السؤال لو أصدرت المحكمة حكما على قاصر لم يتجاوز الـ 12 عاما بالجلد لأنه اعتدى بالضرب على شخص آخر. فهل هذا مقبول من باب التعزير؟ وهل هناك مراجع لنستزيد منها فيما يخص أحكام التعزير؟ الإجابــة الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد: فإن كان هذا الصبي قد بلغ وهو في هذه السن، فلا إشكال في كون حكمه حكم الرجال، حتى ولو كان في العرف يسمى قاصرا. وأما إن لم يكن قد بلغ فإنه يجوز تعزيره، والذي يمتنع لصغره إنما هو إقامة الحد الشرعي عليه إن ارتكب حدا من حدود الله تعالى، كالسرقة مثلا، فلا تقطع يده. وهذا مما يختلف فيه التعزير عن الحد: فالحد لا يجب على الصغير، ويجوز تعزيره. قال شيخ الإسلام ابن تيمية في (منهاج السنة النبوية): ولا نزاع بين العلماء أن غير المكلف كالصبي المميز يعاقب على الفاحشة تعزيرا بليغا، وكذلك المجنون يضرب على ما فعله لينزجر، لكن العقوبة التي فيها قتل أو قطع هي التي تسقط عن غير المكلف اهـ.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DALIL AL-QURAN DAN HADITS-HADITS SHAHIH TENTANG KEUTAMAAN BERAMAL SALEH PADA 10 HARI PERTAMA DZUL HIJJAH SEPERTI PUASA, TASBIH, TAKBIR, TAHMID, SEDEKAH, DSB.

Tatacara Sunnah Puasa Rajab Berdasarkan Hadits Shahih, 3 Hari Puasa, dan 3 Tidak Puasa (PART 2)

Hasud, Penyakit Hati Yang Paling Merusak Kehidupan