Fiqh Khilafiyah Keliru Waktu Sembelih Hewan Kurban

 

Pendapat Ijtihad Hanafiah

Jika ada kasus, masyarakat keliru menentukan hari raya, lalu shalat idul adha dan menyembelih hewan kurban, ternyata pada saat itu masih hari arafah (tanggal 9 Dzul Hijjah), maka shalat dan penyembelihannya dianggap cukup dan sah. Karena kekeliruan semacam sulit dihindari, dan bisa ditoleransi, demi menjaga umat Islam tidak direpotkan untuk berkurban lagi.

وإذا أخطأ الناس في تعيين يوم العيد، فصلوا وضحوا، ثم بان لهم أنه يوم عرفة (الوقفة)، أجزأتهم الصلاة والتضحية، لأنه لا يمكن التحرز عن مثل هذا الخطأ، فيحكم بالجواز، صيانة لجميع المسلمين.

Sedangkan kasus hewan kurban yang dibiarkan sampai melewati waktunya (tanggal 14) belum disembelih, maka pemiliknya dianjurkan dianjurkan mensedekahkannya apabila kurbannya kurban nadzar, atau hewannya dibeli dari orang yang fakir atau orang kaya untuk kurban. Karena hukumnya sama dengan hewan yang dinadzarkan untuk disembelih.

ولو تركت التضحية حتى مضى وقتها، تصدق بها صاحبها حية إن كانت منذورة أوجبها على نفسه، أو مشتراة من فقير أو غني للأضحية؛ لأنها في حكم المنذورة عرفاً.

Jika hewan Kurban seperti domba atau kambing, hilang atau dicuri pada saat hendak disembelih, kemudian si pekurban membeli lagi, ternyata setelah membeli yang kedua kambing/domba yang hilang tadi ditemukankan kembali, maka yang lebih utama disembelih semuanya. Namun jika menyembelih yang ditemukan tadi, hukumnya tetap sah, atau menyembelih yang kedua, juga sah apabila harga yang kedua itu sama dengan domba yang hilang atau lebih mahal.

وإن ضلت الشاة أو سرقت، فاشترى أخرى ثم وجدها فالأفضل ذبحهما، وإن ذبح الأولى جاز، وكذا الثانية لو قيمتها كالأولى أو أكثر.

 

Pendapat Hanabilah

Jika waktu menyembelih sudah lewat (sampai tanggal 14), maka wajib menyembelih diluar waktunya sebagai qadha’, dan harus melakukan hal-hal terkait layaknya disembelih tepat pada waktunya. Dalam hal ini si pekurban diberi pilihan dengan bertathawwu’/amalan sunnah dengan hewan kurbannya. Apabila daginya dibagi-bagikan, maka amalan distribusi dagingnya tersebut terhitung sebagai amalan ibadah kurban, sedangkan amalan menyembelihnya tidak terhitung amalan kurban karena sudah lewat waktu. Dengan demikian sampai dengan menyembelih untuk konsumsi biasa, dan bukan udhiyah atau kurban.  

إذا فات وقت الذبح، ذبح الواجب قضاء، وصنع به ما يصنع بالمذبوح في وقته. وهو مخير في التطوع، فإن فرق اللحم، كانت القربة بذلك دون الذبح؛ لأنها شاة لحم، وليست أضحية.

Apabila hewan kurban yang akan disembelih itu adalah hewan wajib karena bernadzar misalnya, lalu hilang atau dicuri tanpa ada unsur kelalaian, maka dia tidak bertanggungjawab mengganti sebagaimana madzhab Hanafiah di atas. Tetapi bila kambing yang hilang ditemukan kembali, maka wajib disembelih, baik ditemukannya di hari-hari tasyriq atau setelah hari tasyriq tanggal 14 Dzulhijjah, dan sudah tidak ada tanggungan lagi.

وإذا وجبت الأضحية بإيجاب صاحبها، فضلَّت أو سرقت بغير تفريط منه، فلا ضمان عليه؛ لأنها أمانة في يده، فإن عادت إليه، ذبحها، سواء أكان في زمن الذبح، أم فيما بعده.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DALIL AL-QURAN DAN HADITS-HADITS SHAHIH TENTANG KEUTAMAAN BERAMAL SALEH PADA 10 HARI PERTAMA DZUL HIJJAH SEPERTI PUASA, TASBIH, TAKBIR, TAHMID, SEDEKAH, DSB.

Tatacara Sunnah Puasa Rajab Berdasarkan Hadits Shahih, 3 Hari Puasa, dan 3 Tidak Puasa (PART 2)

Hasud, Penyakit Hati Yang Paling Merusak Kehidupan