Fiqh Kriteria Fisik Hewan Kurban Yang Utama, Yang Tidak Sah, dan Makruh
Hewan Yang Paling Utama dikurbankan
Adalah yang secara fisik paling sempurna dan tidak mempunyai cacat sedikit. Sedangkan hewan kurban yang mempunyai cacat yang dapat mengurangi kualitas daging dan atau dagingnya membayakan konsumen, maka tidak sah dijadikan kurban.
والأفضل: ما كان كامل الخلقة، دون أي نقص فيه.
والخلاصة: إن كل ما ينقص اللحم لا يجوز، وما لا ينقص اللحم يجوز.
Cacat Hewan Yang Tidak Sah Dijadikan Kurban
Rasulullah SAW bersabda;
١٣٥٠ - وَعَنِ الْبَرَاءِ بنِ عَازِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَامَ فِينَا رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَ: «أَرْبَعٌ لَا تَجُوزُ فِي الضَّحَايَا: الْعَوْرَاءُ الْبَيِّنُ عَوَرُهَا، وَالْمَرِيضَةُ الْبَيِّنُ مَرَضُهَا، وَالْعَرْجَاءُ الْبَيِّنُ ظَلْعُهَا، وَالْكَبيرُ الَّتِي لَا تُنْقِي» رَوَاهُ الْخَمْسَةُ، وَصَحَّحَهُ التِّرْمِذِيُّ وَابْنُ حِبَّانَ (١).
“Dari Barra’ bin Azib, berkata, bahwa Rasulullah SAW berdiri diantara kami, seraya bersabda, bahwa ada empat kriteria hewan kurban yang tidak sah dijadikan kurban. Hewan yang buta sebelah, hewan yang jelas-jelas sakit, hewan yang jelas-jelas pincang, dan hewan yang tua tidak bersumsum ” (HR. Al-Khamzah)
(١) صحيح.أخرجه: أحمد ٤/ ٢٨٤، وأبو داود (٢٨٠٢)، وابن ماجه (٣١٤٤)، والترمذي (١٤٩٧)، والنسائي ٧/ ٢١٤، وابن الجارود (٩٠٧)، وابن خزيمة (٢٩١٢) بتحقيقي، وابن حبان (٥٩٢٢)، والبيهقي ٩/ ٢٧٤.
انظر: «الإلمام» (٨٢٤)، و «المحرر» (٧٥١).
المطلب الثاني ـ شروط صحة الأضحية:
يشترط لصحة الأضحية ما يأتي (١):
١ - سلامة الحيوان المضحى به من العيوب الفاحشة التي تؤدي عادة إلى نقص اللحم أو تضر بالصحة، كالعيوب الأربعة المتفق على كونها مانعة من الضحية، وهي: العور البين، والمرض البين، والعرج، والعَجَف (الهُزال)، فلا تجزئ العوراء البين عورها، والمريضة البين مرضها، والعرجاء البين ضَلَعُها، والعجفاء (أو الكسير) التي لا تُنْقي، بنص الحديث (٢).
وسيأتي مزيد بيان للعيوب المانعة في المذاهب في مبحث الحيوان المضحى به.
Di dalam kitab-kitab fiqh, berdasarkan hadits di atas para ulama mempunyai hasil ijtihad yang sama dan sepakat, bahwa ada empat cacat yang menyebabkan hewan tidak sah dijadikan kurban. Yaitu jelas-jelas buta, jelas-jelas sakit, jelas-jelas pincang, dan tua tidak bersumsum, yang menurut hukum kebiasaan dapat menyebabkan berkurangnya kualitas daging, atau membahakan kesehatan konsumen, Ketika dimakan.
Cacat Hewan Yang Makruh Dijadikan Kurban
Sedangkan cacat yang tidak ekstrem, tidak melampaui batas, dan tidak mengurangi kualitas daging dan harga hewan kurban, maka tetap sah, hanya sebatas makruh saja. Seperti telinganya berlubang, telinga terpotong sedikit, tanduknya patah, atau tidak bertanduk sejak lahir, atau tidak kuat berdiri karena terlalu berat dagingnya.
وأما الصفات المكروهة في الحيوان المضحى به: فهي ما يأتي عند الفقهاء: قال الحنفية (٢): تكره التضحية بالشرقاء (المشقوقة الأذن)، والخرقاء (التي يخرق أذنها الوسم) والمدابَرة (التي يقطع شيء من مؤخر أذنها) والمقابَلة (التي يقطع شيء من مقدم أذنها)، لحديث علي المتقدم، وفيه: «وألا نضحي بعوراء، ولا مقابلة، ولا مدابرة، ولا خرقاء ولا شَرقاء» والنهي فيها محمول على الندب، وفي الخرقاء على الكثير.
Cacat Insidentil dan Kecelakaan, bagiamana hukumnya?
Bagaimana jika cacatnya hewan kurban karena insiden atau kecelekaan Ketika sudah disiapkan untuk kurban? Para ulama fiqh khususnya Hanafiah, berpendapat, bahwa jika seseorang sudah mempersiapkan hewan kurban, tetapi lantaran hewan yang akan disembelih Ketika dinaikan atau diturunkan dari kendaraan patah kaki karena meronta-meronta, lalu kakinya patah, maka cacat yang sedemikian ini tidak menghalangi sahnya hewan disembelih.
٣١ - وَلَوْ قَدَّمَ الْمُضَحِّي أُضْحِيَّةً لِيَذْبَحَهَا، فَاضْطَرَبَتْ فِي الْمَكَانِ الَّذِي يَذْبَحُهَا فِيهِ، فَانْكَسَرَتْ رِجْلُهَا، أَوِ انْقَلَبَتْ فَأَصَابَتْهَا الشَّفْرَةُ فِي عَيْنِهَا فَاعْوَرَّتْ أَجْزَأَتْهُ، لأَِنَّ هَذَا مِمَّا لَا يُمْكِنُ الاِحْتِرَازُ عَنْهُ، لأَِنَّ الشَّاةَ تَضْطَرِبُ عَادَةً، فَتَلْحَقُهَا الْعُيُوبُ مِنَ اضْطِرَابِهَا. (١)
هَذَا مَذْهَبُ الْحَنَفِيَّةِ.
(١) البدائع ٥ / ٧٥ - ٧٦.
Kesimpulan Ulama Fiqh
Terkait masalah ini, ulama fiqh sebagaimana yang disimpulkan pakar fiqh internasional, Prof. DR. Wahbah,
- Cacat yang dapat menghalangi keabsahan kurban ada 4, jelas-jelas buta, sakit, pincang sejak lahir, dan tidak mempunyai sumsum/tidak berdaging, atau menurut tradisi setempat dianggap cacat yang melampaui batas.
- bahwa semua cacat ekstrem yang dapat mengurangi kualitas daging atau membahayakan kesehatan, maka tidak boleh dijadikan kurban
- sedangkan hewan yang paling utama dan diprioritaskan adalah hewan yang secara fisik sehat, sempurna, dan tidak punya kekurangan dan minus apa pun.
- Sungguh pun demikian, cacat yang sifatnya sedikit, dan karena insiden setelah akan disembelih, tidak menghalangi keabsahan berkurban. Semoga manfaat barokah!
Komentar
Posting Komentar